partnership with agoda

Showing posts with label lombok. Show all posts
Showing posts with label lombok. Show all posts

Saturday, October 29, 2016

Petualangan Seru Di 3 Gili

Jika kamu sudah sering ke Bali atau Lombok, sesekali coba deh melangkah lebih jauh, mengunjungi gili-gili yang ada di sekitar Lombok. Memang ada banyak gili atau pulau-pulau kecil di sekitar Lombok, yang semuanya memiliki pantai cantik dan perairan jernih. Sebut saja Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, tiga serangkai yang ketenarannya sudah mencapai taraf internasional. Selain itu, ada juga gili-gili lainnya seperti Gili Tekong, Nanggu, Sudak dan Gede yang nggak kalah indahnya. Kali ini, kita akan bahas potensi wisata seru yang bisa kamu nikmati di tiga gili pertama. Simak ya!

Snorkeling di 3 Gili
Jauh-jauh ke Gili Trawangan, enaknya ngapain? Banyak! Tapi kegiatan wajib yang harus kamu lakukan di pulau ini tentu saja, snorkeling! Ada paket-paket public snorkeling yang bisa kamu ambil dengan biaya cukup murah. Hanya 100.000-120.000 rupiah per-orang, kamu bisa menikmati snorkeling di empat titik, sekaligus island hopping ke Gili Air dan Gili Meno. Paket tersebut sudah termasuk snorkeling gear dan fins lho!

Spot snorkeling pertama, yaitu di dekat Gili Trawangan, disebut “Good Heart Reef”.  Di sini kamu akan berjumpa dengan berbagai jenis ikan beraneka warna, plus terumbu karang cantik yang menjadi latar belakangnya. 30 menit waktu yang diberikan mungkin tidak akan memuaskanmu, tapi spot kedua yang lebih cantik lagi sudah menunggu.

Spot kedua disebut “Turtle Reef” yang terletak di dekat Gili Meno. Jika beruntung, di sini kamu bisa bertemu dengan penyu-penyu besar yang berenang diantara karang. Jika lebih beruntung lagi, malah bisa melihat manta ray. Tapi beruntung atau tidak, akan selalu ada terumbu karang keren dan ikan-ikan kecil yang berenang riang di sekitarnya.

“Garden Fish Reef” di dekat Gili Air, yang menjadi spot ketiga, menawarkan pesona yang tak kalah indahnya. It’s another great reef and beautiful fishes around. Puas bermain dengan ikan, kamu akan dibawa mampir ke Gili Air, dimana makanan enak dan bale-bale bambu sudah menantimu. Istirahat sejenak, nikmati pesona Gili Air, sambil bersiap menghadapi titik snorkeling keempat.

Setelah cukup beristirahat, kamu akan dibawa menuju spot ke-empat, yaitu “Bay Rock Reef” yang berada di antara Gili Meno dan Trawangan. Di titik ini, ada bangkai kapal karam yang dijadikan tempat tinggal oleh ikan-ikan disana. Well, tidak sebesar titanic memang, tapi nggak tiap hari ‘kan bisa melihat langsung kapal karam di dasar laut.

Buat kamu yang ingin mencoba snorkeling di Gili, silakan stand by di pelabuhan tempat kamu pertama kali berlabuh, sebelum jam 10 pagi. Setelah jam 10, semua kapal akan berangkat dan kamu terpaksa menunggu sampai esok hari. Jadi, jangan sampai terlambat ya!

Masih belum puas snorkeling? Jangan khawatir, kamu masih bisa snorkeling kok di pantai-pantai sekitar Gili Trawangan. Penyewaan snorkeling gear menjamur di tepi-tepi pantai.

Bersepeda Keliling Gili Trawangan
Jangan kaget kalo di Gili Trawangan kamu tidak menemukan satupun kendaraan bermotor. Ya, sesuai kesepakatan warga, Gili Trawangan memang menjadi pulau yang bebas ranmor. Angkutan yang ada disini hanya cidomo, sejenis kereta yang ditarik kuda, dan sepeda. Penyewaan sepeda dapat kamu temukan di setiap sudut pulau. Seru juga lho, berkeliling pulau dengan sepeda, foto-foto sambil mengejar sunset dan sunrise di pantai Trawangan nan cantik!

Nightlife
Tenggelamnya matahari di Gili Trawangan akan membawa kamu memasuki sisi lain pulau mungil ini. Musik mulai berdentam seiring angin pantai, lampu-lampu yang gemerlapan menandakan gairah kehidupan malam di Trawangan. Berbeda dengan Bali, dimana kamu bisa party lompat-lompat dari satu kelab ke kelab lain, di Trawangan hanya ada satu kelab yang menyelenggarakan party secara bergantian setiap malamnya. And it’s really all night long! Ingat, jangan kebablasan ya, karena kamu masih harus menyimpan energi untuk kegiatan seru esok harinya!

Sunday, September 4, 2016

Pengurangan Anggaran, Hunian Hotel di Lombok Hanya 7 Persen

Pengurangan anggaran negara hingga Rp 160 triliun menyebabkan hotel-hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat, merasakan akibatnya. Ketua Asosiasi Hotel Mataram Reza Bovier mengatakan rata-rata hunian kamar selama dua minggu terakhir Agustus 2016 hanya 7 persen.

“Banyak konfirmasi dari lembaga pemerintahan di Jakarta yang mengabarkan penundaan kegiatan,” ucap Reza, Sabtu, 3 September 2016 siang. 

Dia berharap segera ada kebijakan yang dapat membantu memperbaiki kunjungan wisatawan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) yang selama ini meramaikan kunjungan ke Lombok.

Reza berujar, okupansi hotel pada minggu pertama Agustus 2016 sebayak 9.927 kamar atau 81,74 persen. Selama penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an pada 26 Juli-7 Agustus 2016, yang terjual mencapai 24.140 kamar atau 96,08 persen.

Ketua DPD Indonesian Congress and Convention Association (INCA) Muhammad Nurhaedin mengakui sudah mengalami pengurangan sekitar 80 persen paket kegiatan MICE dari Jakarta. "Karenanya, pihak hotel sudah banting harga," ujar Edo—panggilan sehari-harinya.

Kalau sebelumnya harga kamar hotel untuk kepentingan MICE paketnya untuk dua orang Rp sebesar 750 ribu serta makan dua kali untuk siang dan malam Rp 300 ribu, sekarang ini harganya menjadi Rp 500 ribu untuk harga kamar dan makan-minumnya Rp 100 ribu. "Kalau tidak, bisa mempengaruhi pengurangan karyawan," tuturnya.

Edo menyebutkan ada 47 hotel berbintang di Lombok yang sekitar 80 persennya memiliki meeting room yang biasanya digunakan untuk kegiatan MICE. Selama ini, sebanyak 70 persen penggunaan meeting room berasal dari kegiatan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sedangkan yang berasal dari 44 satuan kerja perangkat daerah menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 

"Kali ini kondisinya lebih parah dari larangan yang pernah dikeluarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi," katanya. Dia merujuk saat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yudy Chrisnandi melarang melakukan kegiatan di hotel.

Untuk menyiasati berkurangnya acara MICE, INCA NTB bersama para pelaku pariwisata menguatkan pemasaran ke perusahaan-perusahaan besar di kota besar, seperti Makassar, Surabaya, dan Jakarta. Ia meyakini Lombok, yang memiliki potensi wisata alam, mampu menjadi daya tarik kegiatan wisata MICE yang dipadukan dengan wisata alam.*tempo

Find Us on Facebook

Blog Archives

Visitors